Grab Bike info

PENGEMUDI GOJEK, GRAB & UBER MENUNTUT REVISI UU No.22 TAHUN 2009


www.patogbesi.com
Aksi unjuk rasa pengemudi ojek online (15/5/2017)

Sahabat PATOGBESI dimanapun berada, aksi  unjuk rasa para pengemudi ojek online  di depan Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Senin (15/5/2017) sekitar pukul 10.45 WIB menuntut beberapa tuntutan diantaranya :
  •    Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 agar direvisi.
  •    Pemberlakuan Tarif Dasar yang dianggap merugikan pengemudi
  •    Sistem Aplikasi Online yang merugikan pengemudi.
  •    Suspend sepihak 
  •    Tidak adanya jaminan perlindungan asuransi bagi pengemudi

Massa yang bergerak dari titik bundaran 'Patung Kuda' berjalan kaki ke Gedung Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat. Massa merupakan gabungan dari pengemudi ojek Uber, Grab dan GoJek yang dimotori oleh  Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang merupakan  organisasi buruh


www.patogbesi.com
Aksi Kepung KEMENHUB & ISTANA( 15/5/17)
Banyak Massa yang membawa spanduk,  bertuliskan 'Pengemudi Ojek Online Menuntut Revisi UU No 22 Tahun 2009 dan banyak  juga yang membawa spanduk kelompok gerakan buruh FSPMI.

www.patogbesi.com
Konvoi menuju KEMENHUB dalam aksi unjuk rasa (15/05/17)


Ketua Massa dari PUK Bekasi  Catur  mengutarakan bahwa : "mereka meminta UU Nomor 22 Tahun 2009 direvisi dan tarif harga lama Rp 4.000 dipakai lagi. Karena dulu sudah sesuai Rp 4.000, kenapa sekarang malah turun jadi Rp 2.500," .

Sebanyak 10 orang perwakilan massa diizinkan masuk ke dalam gedung untuk menyuarakan langsung aspirasi mereka kepada pejabat Kementerian Perhubungan yang diterima oleh Direktur Angkutan dan Multimoda Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana.

Menurut salah satu orator, "Kementerian Perhubungan tidak bisa mengabulkan permintaan pemberlakuan tarif dasar yang lama, serta sistem aplikasi online yang tidak merugikan driver (pengemudi), penolak  suspend yang semena-mena, dan juga pemberian jaminan perlindungan asuransi  untuk pengemudi. dikarenakan Go-Jek, Grab, dan Uber merupakan perusahaan yang berbasis aplikasi termasuk perusahaan transportasi.

Semoga apa yang sudah disuarakan  dapat dijadikan pertimbangan oleh para petinggi Go-Jek, Grab, dan Uber. Karena pada kenyataannya :
  • Dalam UU TRANSPORTASI : RODA DUA BUKAN TERMASUK ANGKUTAN UMUM   
  • Dalam UU ITE  : Belum ada aturan main yang jelas antara pihak aplikator dengan konsumen, antara aplikator dengan pengemudinya
  • Dalam UU konsumen : Belum ada aturan main mengenai bisnis start up
  • UU tenaga kerja : Pengemudi Ojek Online  tidak memenuhi syarat sebagai tenaga kerja

Ini  tugas kita bersama bagaimana agar angkutan roda dua  ini bisa dilegalkan menjadi angkutan transportasi umum, ada regulasi yang jelas , status kemitraan yang jelas , harga dasar perkilometer yang jelas , mapping yang jelas Hak dan kewajiban yang jelas antara driver dengan aplikator 
 Ingat kita bukan bukan Mitra, Kita juga Bukan Pegawai dari pada Ojek Online (Go-Jek, Grab, dan Uber), Kita hanya sebagai pengemudi, Kita hanya menumpang mencari sesuap nasi lewat perusahaan Aplikator tersebut. . Mari Bersama tingkatkan kualitas dan kuantitas kita dalam melayani Customer dengan sepenuh hati, Penuh Kesabaran,Keikhlasan dan "Berjiwa Driver sejati"

Mari Bersama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, Menjadi pelopor PAHLAWAN JALANAN, Mengumpulkan pahala dengan banyak menebar kebaikan dan berjiwa sosial kepada siapapun. Junjung tinggi solidaritas dan persaudaraan ,Biasakan selalu senyum, salam, sapa dan kalkson bila berpapasan dengan sesama ojek online.

Percayakan kepada Tuhan, yang kita dapati adalah yang terbaik.....Bersyukurlah !!!
Baca Juga :
  
#SAVE DRIVER OJEK ONLINE
#Salam Satu Aspal
#Salam Satu Perjuangan
#Salam PATOGBESI

SARAN & KRITIK :
0815-866-79711
admin@patogbesi.com
divsos@patogbesi.com

About Patogbesi

0 comments:

Posting Komentar