OJEK ONLINE BATAM DILARANG BEROPERASI

Hasil gambar untuk ojek online dilarang di batam makin banyak pengangguran
Nasib Ojek Online Batam
Sahabat PATOGBESI dimanapun berada, Nasib Ojek Online tersandung kembali Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 26/2017, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam  dengan tegas melarang armada angkutan berbasis aplikasi atau online beroperasi. Larangan itu terhitung mulai hari ini, Kamis (1/6).
Di Batam saat ini terdapat enam aplikasi untuk ojek online. Yakninya, Wakjek, Gojek, Grab, Tripi, Indotiki dan Uber. Semua moda transportasi itu diminta harus memenuhi beberapa prosedur jika ingin beroperasi kembali. Seperti diketahui, angkutan harus memiliki badan usaha, mengikuti uji kir, dan memiliki kartu pengawasan.Pertumbuhan angkutan jaringan online. di Batam cukup signifikan. Hingga saat ini setidaknya 900 motor dan 100 mobil telah bergabung dengan perusahaan angkutan online.
BACA JUGA :
Dengan keputusan Dishub yang melarang beroperasi angkutan transportasi berbasis aplikasi tersebut membuat Anggota Komisi III DPRD Kota Batam “Geram” .Rohaizat Anggota Komisi III DPRD Kota Batam mengaku tak setuju Karena sejauh ini tanggapan masyarakat Batam akan kehadiran transportasi online ,dengan adanya ojek online sangat membantu kondisi perekonomian Batam hadirnya ojek online paling tidak membuka lapangan pekerjaan.
Pengendara ojek online cukup memiliki modal sepeda motor dan surat-surat lengkap. Lantas bergabung dengan ojek online dan pengangguran-pengangguran yang semakin banyak tersebut bisa berkurang.Kehadiran ojek online di Batam memberikan keuntungan bagi banyak pihak. Pertama bagi para pengemudi sendiri. Di tengah minimnya kesempatan kerja di Batam saat ini, kehadiran ojek online menjadi alternatif yang menjanjikan bagi para penganggur. Begitu juga bagi para konsumen. Kehadiran ojek online dinilai menjadi solusi untuk layanan transportasi yang cepat, nyaman, aman, dan murah.
Sudah seharusnya pemerintah mendukung dan berterima kasih terhadap Ojek online yang  sudah memberikan  lapangan pekerjaan baru bukan sebaliknya mengekang kehadiran ojek online yang tentunya akan muncul pengangguran pengangguran baru. Keputusan ini bukan hanya mengirim ribuan orang ke kancah pengangguran, tetapi juga kebijakan bikin gaduh. Lihat saja, pengojek pangkalan setelah keputusan ini diberlakukan menjadi kebablasan bersikap, mereka bahkan berani bertindak menjadi "polisi" menyita barang-barang milik ojek online. Ketegangan antar pengojek pun makin menjadi. Rakyat seolah di adu, padahal kalo memang harus diperbaiki ya ojek pangkalan yang perlu dibenahi dan ojek online-lah yang lebih memenuhi persyaratan seperti SIM, Standar safety, Asuransi, Harga sudah pasti, Ojek Online bayar Pajak ,dan lain sebagainya

Mestinya Pemko Batam mengambil keputusan cerdas untuk mengangkat kondisi ekonomi rakyatnya yang sedang terpuruk.
Semoga saja permasalahan ini lekas diselesaikan agar tidak ada yang saling dirugikan.


#SalamSatuAspal
#SalamPersaudaraan

#SalamPATOGBESI

SARAN & KRITIK :
0815-866-79711

About Patogbesi

0 comments:

Posting Komentar