Jumat, 12 Januari 2018

Fake GPS..Legal atau Tidak.???

Fake GPS atau Tuyul




Dalam dunia ojek online (motor) atau driver online (mobil), Fake GPS merupakan aplikasi dilarang atau ilegal, kenapa.??? sebelum memvonis dilarang atau tidak mari kita cari tahu dulu apa sih aplikasi fake gps itu atau biasa di sebut tuyul. 

Pengertian FAKE GPS :
Fake berarti Palsu 
GPS brarti Global Position System

Aplikasi ini banyak modelnya atau namanya, bisa kalian cek di playstore beberapa aplikasi fake GPS atau tuyul, sebelum aplikasi ojek online atau driver online hadir, aplikasi ini sudah lama bercokol di dunia internet, aplikasi ini digunakan untuk game atau keperluan lainnya. 
Untuk menggunakan aplikasi fake GPS mutlak handphone harus sudah status ROOT atau unlock sistem (akan di bahas pada artikel berikutnya ).
Setelah hadirnya aplikasi ojek online atau driver online beberapa driver mencoba aplikasi fake gps untuk keperluan bekerja secara online melalui handphone dengan tujuan :

1. Mendapatkan Order.
2. Menghindari Zona Merah.
3. Menghindari untuk tidak parkir sembarangan.

Itu adalah tujuan utamanya menggunakan Fake GPS atau tuyul akan tetapi beberapa aplikator mengharamkan aplikasi ini terpasang di handphone para ojek online atau driver online dengan alasan :

1. Kode etik aplikator itu sendiri untuk tidak mencurangi sistem mereka

Apabila melihat kembali tujuan bekerja sebagai ojek online atau driver online yaitu mendapatkan order dan bekerja aman nyaman.

contoh penggunaan aplikasi ini 

Aplikasi Google Maps
Bisa kita lihat kalau Handphone berada pada posisi aman di tidak jauh pada titik ramai order jakarta pusat. tujuan diposisi ini untuk menghindari parkir dipinggir jalan dengan maksud tidak mengganggu kelancaran lalin di seputaran stasiun cikini jakpus ataupun menteng prada mall. lalu dicoba jalankan aplikasi Fake GPS

Aplikasi Fake GPS
Gambar atas penggunaan aplikasi Fake GPS pada handphone, diletakan di pusat stasiun dengan tujuan untuk mendapatkan order yang diberikan aplikator kepada mitranya.

GPS handphone


Naah dengan cara ini order dari aplikator mudah di dapat oleh mitranya, kenapa???
pengguna jasa transportasi online selalu mengambil titik jemput dimana yg terdekat dengan mereka atau tempat keramaian. setelah order di dapat barulah mitra menjemput mereka di pick point atau meeting point yang sudah di tentukan.

Lihat efeknya apabila digunakan di stasiun ataupun terminal, karena banyak saudara2 kita yang berprofesi sebagai ojek pangkalan ataupun angkot, mereka sudah mempunyai pangkalan ataupun terminalnya masing2, untuk menghargai keberadaan mereka sudah seharusnyalah kita yang masih muda mempunyai tempat yang tidak mengganggu aktifitas mereka dengan cara menjauh dari pangkalan mereka.

Contoh kasus zona merah larangan Ojek online ataupun driver online sudah banyak, mulai dari cikarang, jatibening, cilebut, dll yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

yang jadi pertanyaan sampai saat ini..

FAKE GPS LEGAL ATAU TIDAK.??? padahal ini membantu para mitra online ( Ojek & Driver) dan ketertiban bersama lapangan

Pertanyaan ini kembali ke kalian masing2 yang bekerja sebagai mitra jasa transportasi online

Jangan samakan Fake GPS/Tuyul dengan Opik atau order piktif,.ya

2 komentar:

  1. Legal selama ga ada yg mengadukan :(

    BalasHapus
  2. Haram bang nt solat ngaji masih curang aja.

    BalasHapus