DARI PADA MELARANG OJEK ONLINE LEBIH BAIK DIBINA DAN DIARAHKAN

Salah satu tenda transit Grab yang keberadaanya entah kemana
Sahabat Patogbesi dimanapun anda berada, berkaitan ketertiban lalu lintas  jelang Asian Games pada Agustus 2018, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah sebelumnya meminta aplikator ojekonline mematikan aplikasi di kawasan larangan lalu lintas.

Hal ini dilakukan karena pengemudi ojek online kerap mencari penumpang di sembarang tempat, seperti bahu jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Selain itu, aplikator juga diminta menyediakan spot-spot khusus untuk para pengemudi ojek online agar tidak mengganggu ketertiban lalu lintas.

Kami para kang ojek menyambut hangat jika pemerintah dan pihak aplikator memperbanyak tempat transit/ nongkrong/ mangkal kami.

Salah Satu Program Payung Ijo Go-Jek 


Salah satu hal untuk mengantisipasi pengemudi ojek online agar tidak mangkal di trotoar dan mengganggu arus lalu lintas adalah   dengan membangun tempat khusus ojek online di tiap-tiap stasiun, halte transjakarta, kampus, perkantoran, sekolahan, apartemen, mall dll.

"Kami tidak sepakat jika pemerintah mematikan rejeki kami dengan cara meminta pihak aplikator  mematikan aplikasi dititik-titik tertentu" tutur salah satu pengemudi ojek online.

Dengan adanya aturan ini, pengemudi ojek online akan teredukasi untuk tidak menunggu atau mengetem di pinggir jalan.

Tidak hanya itu, hal ini juga mengajarkan masyarakat agar menunggu atau memesan di tempat yang telah ditentukan.

"Kalo cuma macet, itu depan terminal kalideres tiap hari angkot tangerang ngetem disepanjang jalan di depan pos polisi bikin macet kenapa kok susah banget ditertibkan ada apa rupanya....Jadi bukan kami para ojol" Seloroh salah satu rekan kami.


"Pemerintah seharusnya bisa  memanfaatkan tepi Kali untuk dibangun selter ojek online dari pada kali ini jorok, mending dibenerin kalinya. Dipagari buat tempat menunggu ojek online, terus di trotoarnya diletakkan bangku deh, kan, jadi cakep seperti di luar negeri," ucap salah satu rekan kami.

Semoga saja kedepan baik  pemerintah ataupun pihak aplikator dapat mewujudkan kenyamanan kami para kang ojek dalam beraktivitas.

Bagaimana pendapat kalian ???
Dari pada melarang ojek online lebih baik dibina dan diarahkan 

Yuk, kita bersama tata kota ini dengan disiplin berlalu lintas, tidak sembarangan nongkrong atau ngetem.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DARI PADA MELARANG OJEK ONLINE LEBIH BAIK DIBINA DAN DIARAHKAN"

Post a Comment

Good comment, Good readers, we will review your comment as a long as relevant comment.

Untuk Join dengan Patogbesi Telegram http://bit.ly/2W5KNm4