Header Ads

  • PatogBesi Now

    OJEK ONLINE DILARANG MASUK TUBAN

    Paguyuban Angkot Tuban Membentangkan 5 tuntutannya (9/8)

    Sahabat Patogbesi dimanapun anda berada, tak bisa dipungkiri adanya ojek online membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja baru yang penggunanya dari berbagai kalangan masyarakat baik pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, karyawan,  pegawai swasta, PNS, TNI, Polri dan lain sebagainya.

    Adanya ojek online membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban H. M. Miyadi mempertemukan perwakilan Paguyuban Angkot dengan Pemerintah Kabupaten Tuban di Ruang Gabungan Gedung DPRD Tuban, Senin (20/8/2018) guna menindak lanjuti Aspirasi Masyarakat yang diadukan oleh Paguyuban Supir dan Pemilik Angkutan Kota (Angkot) Kamis lalu (9/8) yang merasa adanya ojek online /angkutan online yang mempengaruhi jumlah penumpangnya angkot.

     Pertemuan tersebut menghadirkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perhubungan, Polres Tuban, Humas dan Protokoler Pemerintah Daerah, Bagian Hukum, serta perwakilan dari Paguyuban Angkot.

    Adapun tuntutan yang diminta oleh  Paguyuban Angkot, yang diwakili oleh Muhammad Ikhsan Hadi,
    ada 5 (Lima) tuntutan yang salah satunya larangan adanya ojek online (Ojol) di bumi wali Tuban, Jawa Timur.

    Tuntutan yang kedua,  Ihsan berharap adanya sinergi antara Angkot dengan Angkutan Keliling (Angling) berupa Bajai yang saat ini dioperasionalkan sekitar 10 Armada Angling yang ada di Kabupaten Tuban.

    Ketiga, Harapannya Angkot dijadikan mitra oleh pemerintah utamanya sebagai angkutan Siswa atau pelajar Angkutan secara gratis yang mana biaya tersebut nantinya ditanggung oleh pemerintah.

    Tuntutan keempat, tentang peremajaan armada,  untuk Angkot yang sudah berumur tua dapat diperbarui dengan dibiayai oleh pemerintah, karena dengan pembaruan Angkot penumpang akan merasa nyaman dan tertarik.

    Tuntutan  terahir (Ke-5) tentang kesejahteraan Supir Angkot, yang mana Angkot tersebut beroperasional mulai jam 06.00 Pagi sampai jam 05.00 Sore.

    Belum adanya Undang-undang tentang  ojek online, membuat banyaknya permasalahan  yang menjamu ojek online yang salah satunya di Tuban, Jawa Timur.

    Kepala Dishub Tuban Muji Slamet berkeinginan bahwa masyarakat Tuban ingin mendapatkan transportasi yang cepat, aman, nyaman, dan murah. Selain itu, juga akan di adakannya penyegaran trayek sehingga Angkot tidak hanya muter-muter Tuban dan akan ada jalur-jalur yang bisa dilewati oleh Angkot.

    Sementara itu, Ketua DPRD Tuban, H. M. Miyadi mengatakan akan melakukan koordinasi terus supaya ada aturan perundang-undangan untuk ojek online. Miyadi berharap, supaya secepatnya ada Peraturan yang mengatur Ojek Online. [Udn]

    No comments

    Good comment, Good readers, we will review your comment as a long as relevant comment.

    Untuk Join dengan Patogbesi Telegram http://bit.ly/2W5KNm4

    Author Description

    Untuk sahabat patogbesi dan seluruh pembaca website ini, apabila mempunyai usaha rumahan dan ingin mengiklan di website ini untuk meningkatkan penjualannya silahkan hubungi admin melalui email : admin@patogbesi.com atau bisa melalui link telegram sahabat patogbesi yang tersedia di kolom bawah website ini