Header Ads

  • PatogBesi Now

    INSENTIF TERBARU GRABBIKE JABODETABEK


    Gambar www.grab.com

    Sahabat Patogbesi dimanapun anda berada, bagi anda para  GrabBike, perlu diketahui bersama
    Hasil Forum diskusi bersama Management dengan perwakilan driver (12/10).

    Adapun pembahasannya sebagai berikut :

    1. Grab Road :

       >> Grab mulai menggunakan maps/ peta yg dikembangkan oleh Grab dengan nama Grab Road
       >> Berpengaruh ke Rute perjalanan / jarak tempuh dan juga Argo
       >> System mencatat rute yg sering dilalui driver
       >> Sedang diusahakan ada tampilan rute penjemputan dan pengantaran

    2. Tarif :

       Saat ini mulai berlaku Argo Minimum 8000 seharian, non sibuk dan jam sibuk kecuali hari sabtu / Minggu
     >> Jaminan Argo 9000
     >> Argo tetap ditambah kan waktu tempuh perjalanan maka akan berubah bila melewati rute macet/ jarak tempuh lebih jauh ( Argo menjadi lebih mahal dari biasanya )
    >> Tetap dilakukan penyeimbangan Tarif agar tetap menguntungkan mitra dan pengguna

    3. Skema berlian
    akan segera diberlaku skema insentif gabungan dengan nama berlian (system nya sama dengan point)

       >> Dalam skema ini memungkinkan driver mencapai insentif harian dengan arahan menjalankan misinya
     
    >> Dengan mengikuti misi atau melihat kartu insentif berlian maka mitra bisa mencapai target harian lebih jelas dan mudah , contoh untuk mendapatkan insentif mitra harus menjalankan misi mengambil grabfood sekian job,GE sekian Job dan Bike sekian Job....akan dijelaskan di skema berlian.

    >> Point' Bike,GF dan GE berbeda-beda.

    Berikut ini perhitungan insentif baru. Sudah gak tidak lagi mengejar target tunai.. melainkan skor berlian...

    Target 370πŸ’Ž berlian

    1 X tarikan grabbike  10πŸ’Ž
    Jam hotspot 20πŸ’Ž
    1 X bawa exprees 20πŸ’Ž
    Jan sibuk exprees 30πŸ’Ž
    1 X Grabfood 60πŸ’Ž
    Jam 6-9 PM 90πŸ’Ž

    Dan ada beberapa tambahan Berlian lainnya

    Pencapaian bonus

    70   πŸ’Ž.     = 10.000
    130 πŸ’Ž.    =  24.000
    200 πŸ’Ž.    = 60.000
    260 πŸ’Ž.     = 90.000
    370 πŸ’Ž.     = 160.000


    Target ini mempermudah kinerja kita dalam mencapai BONUS..

    >> Dengan skema ini memungkinkan mitra untuk bekerja sesuai target dan terarah untuk meraih insentif.

    >> Pastikan aplikasi harus terupdate paling baru, karena bila tdk di update mitra tidak akan bisa melihat skema berlian itu

    4. GrabFood :

     Mitra akan segera bisa membeli / membayar Food dengan Ovo/Non tunai.

     >> Kendala titik antar food yg sering tidak akurat dengan lokasi customers dan mengakibatkan mitra tertahan insentif nya atau suspend sudah disampaikan dan Management akan eveluasi dan melakukan perbaikan.

    >> Insentif Mitra yang tertahan sampai dengan 1 Minggu sudah disampaikan dan segera dilakukan evaluasi dari management.

    >>Jam sibuk pagi maju jadi jam 10.00-14.00 siang, Insentif 14.000.

    >> Jam sibuk sore jam 18.00-21.00 malam, insentif 17000

    5. Pajak :

    >>Terkait pemotongan pajak terhadap mitranya nanti akan ada penjelasan tersendiri dari manajemen Grab  yang berwenang.

    >>Bukti potong/bayar pajak akan dikirimkan ke mitra , mekanisme pengiriman nya akan diatur kemudian.

    Demikian kurang lebih nya hasil dari Forum diskusi perwakilan driver dengan Management pada hari Jumat, 12 Oktober 2018 jam 1.30-4.00 dengan dihadiri perwakilan driver dari seluruh Jabodetabek.

    Untuk kedepannya akan diadakan forum diskusi di area masing-masing mulai Minggu ke 3 Oktober ini dan disana teman" korlap/wakorlap bisa menanyakan lebih jauh apa yg sudah dibahas ini.

    Itulah hasil bahasan yang dishare dimedia WAG ojek online yang sempat viral beberapa hari ini.

    Semoga kedepan pihak aplikator baik Grab maupun Go- jek lebih transparan, mengedepankan azas musyawarah dan tidak memberatkan salah satu pihak terlebih lagi mitranya yang menjadi garda terdepan  berlangsungnya perusahaan.(Udn)

    19 comments:

    1. Driver dijadikan sapi perah, berjuang terus bang.

      ReplyDelete
    2. Gila, makin gak jelas aplikasinya

      ReplyDelete
    3. Bukan begini caranya mensejahterakan mitra. Sikon dijalanan gak seindah yg dibayangkan. LEBIH DEWASALAH MAANAGEMAN GRAB!!!!

      ReplyDelete
    4. Jangan begini lah pada kami,ngebelain keluar kerja demi jadi driver grab tapi...kenapa malah jadi susah cari uang

      ReplyDelete
    5. Bukan tambah sejahtera malah makin susah...hari ini ane dapet grabfood 2 antara jam 10-13 harusnya dapet 30rb tapi sistem berlian ini cuma dapet 15rb.. yg ada pendapatan driver makin sedikit... Sistem goblok

      ReplyDelete
    6. Bonus berliannya juga paling di isi ke top up lg, sama aj bohong

      ReplyDelete
    7. Bonus berliannya juga paling di isi ke top up lg, sama aj bohong

      ReplyDelete
    8. Semakin ngga enak jalaninnya, bikin galau, mending kalo pasti gacor.

      ReplyDelete
    9. secara gk lgsg sudah hilangkan insentif rupiah ditrip,hotspot,jam sibuk(diganti berlian)dengan jumlah yg sulit dikejar...makin aneh aja pembaharuan berlian

      ReplyDelete
    10. semoga di baca sama pihak grab. saya mewakili driver GB Nganjuk / GB seluruh Indonesia menolak insentif berlian, dimana semakin sulit untuk kejar point. mohon kembalikan lagi seperti semula.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya betul saya sependapat dgn anda BALIKIN KE SEMULA

        Delete
    11. Itu maksud nya total berlian 370 kita dapat total insentif hanya yg 160rb saja ,atau akumulasi dari semua tahapan berlian ..

      ReplyDelete
    12. Alhamdullilah dengan skema ini w di black list dan w gx mw ngurusin.cuma jd sapi perah doan.yg waras mikir lbih bnyk penelyaran dr pd pemasukan.hbis di bensin&oderdill motor mkin lama mkin mhalll

      ReplyDelete
    13. https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/19/113345926/ancaman-sanksi-menhub-untuk-grab-dan-go-jek(ini saya setuju klo tidak adil)

      ReplyDelete
    14. Ekonomi Makro
      Ancaman Sanksi Menhub untuk Grab dan Go-Jek
      Senin, 19 November 2018 | 11:33 WIB
      Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) di Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/11/2018).
      JAKARTA, KOMPAS.com — Persoalan driver dua operator transportasi online di Tanah Air, Grab dan Gojek, masih berlanjut.

      Para pengemudi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) beberapa waktu lalu bahkan menggelar aksi demonstrasi sehingga menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan dan mengganggu pengguna jalan. Ini jadi masalah baru di bidang transportasi.

      Untuk mengakhiri masalah ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun meminta kedua menajemen operator untuk berbenah. Mereka harus mencari jalan keluar dan solusi terbaik bagi para mitranya.

      "Kita sebenarnya sudah mengantisipasi sejak awal. Artinya, kita menginventaris pendapat-pendapat semua orang, termasuk penumpang dan pengemudi (driver). Kita tanyain semuanya," ungkap Budi menanggapi persoalan ini di Kabupaten Tangerang, Minggu (18/11/2018).

      Baca juga: Telkom Akan Beli Saham Go-Jek?

      Selama ini, Kemenhub telah menerima sekaligus menampung aspirasi para pengemudi dari kedua penyedia operator jasa transportasi itu. Semua itu lalu diteruskan ke operator untuk selanjutnya dibahas.

      "Kita ingin understanding (kesepaham) itu ada. Tapi memang tampaknya ada operator yang ingin spekulasi (mengabaikan), melakukan sesuatu tidak dengan kesepakatan," katanya.


      Agar persoalan ini tak berlanjut dan berkepanjangan, Kementerian Perhubungan pun meminta dan menyarankan kedua operator harus berbenah melakukan perbaikan.

      Di sisi lain, Budi juga meminta seluruh pengemudi kedua layanan online transportasi ini agar tak berbuat di luar kewajaran meluapkan rasa kecewa. Mereka harus menyalurkan atau mengungkapnya dengan cara yang bijak.

      "Para pengemudi jangan juga frontal begitu (meluapkan kekesalan). Cari cara-cara yang lebih eleganlah," ucap dia.

      Kemenhub pun akan bersikap tegas jika permasalahan ini tidak kunjung diselesaikan oleh operator.

      Sikap Kemenhub terbaru ialah berencana memberi sanksi kepada mereka Grab dan Gojek, bahkan mencabut izin operasi. "Suatu waktu kalau sudah berlebihan akan kita beri sanksi," ujar Budi.
      (SETUJU BANGET KLO TIDAK ADA KEADILAN!!!)

      ReplyDelete
    15. Ekonomi Makro
      Ancaman Sanksi Menhub untuk Grab dan Go-Jek
      Senin, 19 November 2018 | 11:33 WIB
      Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) di Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/11/2018).
      JAKARTA, KOMPAS.com — Persoalan driver dua operator transportasi online di Tanah Air, Grab dan Gojek, masih berlanjut.

      Para pengemudi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) beberapa waktu lalu bahkan menggelar aksi demonstrasi sehingga menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan dan mengganggu pengguna jalan. Ini jadi masalah baru di bidang transportasi.

      Untuk mengakhiri masalah ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun meminta kedua menajemen operator untuk berbenah. Mereka harus mencari jalan keluar dan solusi terbaik bagi para mitranya.

      "Kita sebenarnya sudah mengantisipasi sejak awal. Artinya, kita menginventaris pendapat-pendapat semua orang, termasuk penumpang dan pengemudi (driver). Kita tanyain semuanya," ungkap Budi menanggapi persoalan ini di Kabupaten Tangerang, Minggu (18/11/2018).

      Baca juga: Telkom Akan Beli Saham Go-Jek?

      Selama ini, Kemenhub telah menerima sekaligus menampung aspirasi para pengemudi dari kedua penyedia operator jasa transportasi itu. Semua itu lalu diteruskan ke operator untuk selanjutnya dibahas.

      "Kita ingin understanding (kesepaham) itu ada. Tapi memang tampaknya ada operator yang ingin spekulasi (mengabaikan), melakukan sesuatu tidak dengan kesepakatan," katanya.


      Agar persoalan ini tak berlanjut dan berkepanjangan, Kementerian Perhubungan pun meminta dan menyarankan kedua operator harus berbenah melakukan perbaikan.

      Di sisi lain, Budi juga meminta seluruh pengemudi kedua layanan online transportasi ini agar tak berbuat di luar kewajaran meluapkan rasa kecewa. Mereka harus menyalurkan atau mengungkapnya dengan cara yang bijak.

      "Para pengemudi jangan juga frontal begitu (meluapkan kekesalan). Cari cara-cara yang lebih eleganlah," ucap dia.

      Kemenhub pun akan bersikap tegas jika permasalahan ini tidak kunjung diselesaikan oleh operator.

      Sikap Kemenhub terbaru ialah berencana memberi sanksi kepada mereka Grab dan Gojek, bahkan mencabut izin operasi. "Suatu waktu kalau sudah berlebihan akan kita beri sanksi," ujar Budi.
      (Setuju banget klo tidak ada keadilan)

      ReplyDelete
    16. Kalo food nya gacor bisa tembus dari jam 10 Ampe jam 21:00 masa cuma di kasih 1 food nya mana bisa nyampe

      ReplyDelete

    Post Top Ad

    Author Description

    Hey there, We are Blossom Themes! We are trying to provide you the new way to look and use the blogger templates. Our designers are working hard and pushing the boundaries of possibilities to widen the horizon of the regular templates and provide high quality blogger templates to all hardworking bloggers!

    Post Bottom Ad