ANTERIN TIDAK SETUJU DENDA CANCEL


Sahabat Patogbesi dimanapun anda berada, Anterin merupakan salah satu pesaing pendahulunya Grab  dan Go-Jek ,  sejak beroperasi 16 Agustus 2018 lalu Anterin  menerapkan sistem ‘lelang’, di mana sistem ini merupakan konsep baru yang membutuhkan learning to prove buat driver (mitra pengemudi) dan pengguna yang saat ini terbiasa menunggu pesanan atau order.

Anterin tidak mengenal adanya fake order, karena aplikasinya bekerja menyeimbangkan supply and demand. Meski begitu, ia mengatakan tidak setuju kalau denda cancel diterapkan.

Anterin menjadi satu-satunya aplikasi yang menjaga ‘transparansi harga’ antara pengemudi dan pengguna dengan harapan tidak ada yang dirugikan dari hal itu karena tarif ditentukan berdasarkan mekanisme pasar.

Driver Anterin bebas menentukan harga per kilometer, sementara pengguna bebas memilih driver, jenis kelamin dan kendaraan, berdasarkan harga yang diberikan.

Anterin juga memposisikan driver sebagai wirasusaha atau entrepreneur, bukan karyawan. Selain itu, Anterin tidak mengambil komisi dari hasil keringat driver.  Adapun, Anterin hanya memberlakukan biaya langganan sebesar Rp10 ribu per hari.(Udn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ANTERIN TIDAK SETUJU DENDA CANCEL"

Post a Comment

Good comment, Good readers, we will review your comment as a long as relevant comment.

Untuk Join dengan Patogbesi Telegram http://bit.ly/2W5KNm4