OJOL ASAL RUSIA TERANCAM DIBLOKIR


Belakangan ini nama ojek online Rusia Maxim  jadi perbincangan. Pasalnya, kantornya di Solo digeruduk driver Go-Jek   dan Grab  sebagai bentuk protes karena tarifnya terlalu murah dan merugikan driver.

Di ruang kerjanya Rabu (15/1/2020) malam Dirjen Perhubungan Darat (Perhubdat) Budi Setiadi menyatakan bahwasanya Maxim tidak menjalankan dan patuh terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Dalam hal ini Kemenhub mengirimkan rekomendasi kepada Kemenkominfo untuk  segera melakukan tindakan  pemblokiran terhadap aplikasi ojek online (Ojol) Maxim. "Tgl. 30 Desember 2019 saya buat surat ke kemenkominfo, bahwa ada aplikator baru yang tidak sejalan dengan  PM 348. Jadi saya minta (blokir)" Tutur Dirjen Perhubdat Budi Setiadi.

Budi juga mengaku  sempat diprotes oleh Pengemudi Ojol Maxim di Kalimantan, karena dianggap menghalangi mereka untuk beroperasi.

Hingga berita ini di tulis, aplikator Maxim masih beroperasi dikarenakan aplikasinya belum diblokir, Dirjen Perhubdat Budi Setiadi akan mengirimkan kembali surat rekomendasi pemblokiran kepada Kemenkominfo agar segera ditindaklanjuti. (Udn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "OJOL ASAL RUSIA TERANCAM DIBLOKIR"

Post a Comment

Good comment, Good readers, we will review your comment as a long as relevant comment.

Untuk Join dengan Patogbesi Telegram http://bit.ly/2W5KNm4